Kamis, 20 Januari 2011

Bacaan Al Qur’an untuk Ringtone dan Nada Tunggu



Fatwa Al Lajnah Ad Daimah: Bacaan Al Quran untuk Nada Tunggu
تشغيل القرآن الكريم في وقت انتظار المكالمة

Bacaan al Qur’an untuk nada tunggu

أحيانا نضطر لقطع المكالمة الهاتفية ونطلب من المتصل الانتظار قليلاً من أجل الانشغال بمكالمة أخرى أهم قد تطول مدتها، وقد نحول الشخص المتصل على من يريد فينتظر بعض الوقت حتى يرد عليه .

Terkadang kami kebingungan untuk memutus pembicaraan via telepon dan kami meminta orang yang menghubungi kami untuk menunggu beberapa saat lamanya dikarenakan ada pembicaraan yang lebih penting dengan orang lain (telepon yang ditanyakan bisa menerima dua penelepon, pent) yang terkadang waktu menunggu tersebut cukup lama. Terkadang kami mengalihkan penelepon kepada orang yang ingin dia hubungi, akibatnya penelepon tersebut harus menunggu beberapa saat sehingga penelepon tersambung dengan orang yang dia inginkan.

وخلال فترة الانتظار المذكورة يمكن للمتكلم أن يسمتع إلى مادة مسجلة مناسبة ، ولقد رغبنا أن نملأ فترة الانتظار هذه بمادة دينية سواء مقاطع من القرآن الكريم أو من الأحاديث الشريفة . فما حكم هذا العمل ؟ مع العلم أن المكالمات قد يدخل فيها الجد والهزل حسب الأشخاص المتحدثين

Selama masa menunggu tersebut, penelepon bisa mendengarkan suara rekaman yang sesuai. Kami ingin mengisi masa jeda tersebut dengan rekaman materi keagamaan baik berupa potongan ayat al Qur’an atau kutipan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam\. Apa hukum perbuatan semisal ini? Perlu diketahui bahwa pembicaraan via telepon tersebut terkadang diselingi omongan serius atau guyonan tergantung penelepon.

الحمد لله
هذا العمل غير مشروع ، وقد يكون سببا في إهانة القرآن وعدم احترامه ، وكذلك أحاديث الرسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .

Jawaban, “Perbuatan di atas tidak ada tuntunannya. Bahkan terkadang menjadi sebab penghinaan dan pelecehan terhadap al Qur’an. Demikian pula pelecehan terhadap hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وقد سئلت اللجنة الدائمة مثل هذا السؤال

Al Lajnah Ad Daimah pernah mendapatkan pertanyaan semisal.

فأجابت : القرآن كلام الله تعالى فيجب احترامه وصيانته عما لا يليق به من خلطه بهزل أو مزاح يسبق تلاوته أو يتبعها مع اتخاذه تسلية أو ملء فراغ مثل ما ذكرت ،

Jawaban Al Lajnah Ad Daimah, “Al Qur’an adalah firman Allah yang wajib dihormati dan dijaga dari hal-hal yang tidak pantas untuk al Qur’an semisal diselingi guyonan atau senda gurau sebelum terdengar pembacaan al Qur’an ataupun setelahnya disamping hal tersebut berarti menjadikan al Qur’an sekedar hiburan atau mengisi kekosongan waktu sebagaimana yang anda katakan.

بل ينبغي القصد إلى تلاوته قصداً أوليا عبادة لله وتقرباً إليه مع تدبر معانيه والاعتبار بمواعظه لا لمجرد التسلية والتفكه وملء الفراغ ، وكذلك أحاديث النبي صلى الله عليه وسلم ،

Sepatutnya niat pokok dalam membaca al Qur’an adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah diiringi dengan merenungkan makna kandungan ayat yang dibaca dan mengambil pelajaran dari nasihat yang ada di dalamnya, bukan hanya dijadikan hiburan, senang-senang dan mengisi kekosongan waktu. Demikian pula niat dalam membaca atau mendengarkan pembacaan hadits Nabi.

لا يجوز خلطها بالهزل والدعابات ، بل تجب العناية بها وصيانتها عما لا يليق والقصد إليها لفهم أحكام الشرع منها والعمل بمقتضاها اهـ

Tidak boleh menyelai bacaan hadits dengan guyonan atau main-main. Wajib hukumnya memberi perhatian terhadap hadits, menjaganya dari hal-hal yang tidak pantas dan niatan ketika membaca hadits adalah untuk memahami hukum-hukum syariat dan mengamalkan isi kandungannya”.

فتاوى اللجنة الدائمة (4/57-58)

Dari Fatwa Lajnah Daimah jilid 4 hal 57-58.
Sumber: Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 34494, http://islamqa.com/ar/ref/34494

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Download Modul Guru Pembelajar

Silahkan, bagi yang ingin mendownload modul Guru Pembelajar TIK SMP Modul TIK A, klik download Modul TIK B, klik download Modul TIK C, k...