Selasa, 28 Desember 2010

Hukum Menyemir Rambut

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Setelah kita mengetahui hukum mencabut uban, berikut ini adalah pembahasan mengenai menyemir uban dan menyemir rambut secara umum. Semoga Allah memudahkan kami untuk menjelaskan hal ini dan semoga para pembaca dimudahkan untuk memahaminya.

Ubahlah Uban Untuk Menyelisihi Ahli Kitab
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat memerintahkan kita untuk menyelisihi ahli kitab di antaranya adalah dalam masalah uban.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Senin, 19 April 2010

Apa yang Menjadi Rujukan dalam Menafsirkan Al Quran?

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Tafsir Al Quran dirujuk kepada referensi berikut:

A. Kalamullah ta’ala (Al Quran –pent.)

Maka Al Qur’an ditafsirkan dengan Al Qur’an, karena Allah subhanahu wata’ala-lah yang menurunkannya, dan Dia-lah yang paling tahu dengan apa yang dimaksud di dalam Al Qur’an.

Ada beberapa contoh untuk perkara ini, di antaranya:

1. Firman Allaah subhanahu wata’ala,

أَلآ إِنّ أَوْلِيَآءَ اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ

”Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Yunus: 62)

Sungguh kata أَوْلِيَآءُ اللّهِ (wali-wali Allah) telah ditafsirkan oleh firman Allah di ayat berikutnya,

Jumat, 16 April 2010

ANTARA DAKWAH RASUL DAN DAKWAH HIZBIYAH

ANTARA DAKWAH RASUL DAN DAKWAH HIZBIYAH
(Petunjuk Untuk Para Pejuang Khilafah)
Oleh : Abu Salma bin Rosyid
Dakwah para Rasul adalah dakwah tauhid yaitu menyeru manusia untuk beribadah seikhlas-ikhlasnya kepada Allah Azza Wa Jalla tanpa menyekutukan sedikitpun kepada ilah yang lain. Banyak ayat-ayat dalam Al-Quran dan hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan tentang perkara ini.

Allah Azza Wa Jalla berfirman :
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:”Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (Al-Anbiya’:25)
Allah Azza Wa Jalla berfirman :

Syarat agar sebuah amal diterima oleh Allohu Ta'aala

Abu Abdillah An-Nabaji rahimahullahu berkata:
"
Ada lima karakter yang dengannya akan sempurna suatu amalan:
1. keimanan yang disertai pengetahuan yang benar tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala,
2. mengenal al-haq,
3. mengikhlaskan seluruh amalan hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala,
4. beramal sesuai Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,
5. makan dari makanan yang halal.
Apabila salah satu dari lima karakter ini hilang, maka tidak akan terangkat amalan-amalannya. Jika engkau mengenal Allah Subhanahu wa Ta’ala namun tidak mengetahui al-haq, maka tidak ada manfaatnya. Dan andaikata engkau